Rumah #2

Ga kerasa ya udah hampir mau 2 bulan tinggal di rumah sendiri walo blm lunas hehehe, kadang kangen juga sama suasana rent house aka kontrakan yang dulu kecil ademmm, pas lewat dan ternyata udah ditempatin orang(trus masalahnya dimana ya??..hehe), life’s changed…

Nah ceritanya pengen review proses mencari rumah yang ga sempet kemaren yang belum ada lanjutannya disini, ga mudah awalnya, bener kata orang “nyari rumah itu sama kaya nyari jodoh”, it’s definetely right (hooh lo), waktu itu browsing di beberapa tempat dan pernah beberapa juga langsung samperin ke lokasi, banyak beberapa pertimbangan, kalo kita berdua sih (red:ayahnya Adiva) lebih ke:

1. Lokasi

Pengennya deket or setidaknya tidak terlalu jauh sama rumah orang tua…hihihi,bkn apa-apa lebih karena kita berdua bekerja dan akan tetap menitipkan anak di rumah orangtua (tapi ada ART juga loh bukan pure ortu yang urus) kebetulan ART a.k.a Budenya yang mau bantu urus Adiva rumahnya sebelahan sama rumah ortuku karena kita belum percaya punya ART yang belum kita kenal baik *ibuparno*, dan juga kalo mau kemana-mana ga jauh (pasar,rumahsakit, mall tentunya…wkwkwk)
 
2.  Lingkungan
 
Pasti pengen kan kita tinggal dilingkungan yang baik dan enak, suasananya tenang dan nyaman, masih banyak pohon dan yang paling penting orang-orang sekitar yang ramah…juga ga yang padet sumedet.
 
3. Harga
 
Hahahaa ini harusnya jadi point no.1 yah…karena walaupun kita udah suka rumahnya tapi duitnya nda nduwe akeh..yowesss bye..bye rumah impian…
 
Ya secara garis besarnya sih itu, kebanyakan karena duitnya ga cukup sh ;p, jadi ya harus muter cari yang pas juga dikantong, sampai sini apa udah selesai setelah dapet rumah yang dimau?ternyata masih panjaaaang..rumah yang kita tempati sekarang ini juga datengnya ya karena emang kaya jodoh yang kaya aku bilang diatas, tadinya di cluster ini semua sudah full booked, habis!, tapi ndilalah ya waktu itu ttp minta dikabarin kalau-kalau memang ada yang ga jadi tolong di tilpun..beberapa minggu kemudian waktu itu malem deh kayaknya di tilpun sama salah satu marketing developer, ternyata rumah di cluster yang kita mau ada yang dibatalin karena kena BI Checking!, soo jadilah kita mengambil kesempatan untuk coba masuk tapi sebelumnya tetep disurvey lagi lokasinya..setelah suamipun juga ikut liat lokasi…akhirnya deal!jadilah kita harus mentransfer DP keesokan harinya..mau DP pun masih aja bimbang karena ada beberapa ganjalan setelah tanya sana sini jadi juga uang DP pun dikiriiim..Bismillah…
 
Setelah DP kitapun harus menyiapkan uang sebesar 30% (peraturan dari BI) dari harga rumah (dikurangi sama DP) kalo bank konvensional sih kayaknya bisa 10% deh CMIIW..meledak ga tuh ya cari uang segitu banyaknya…hihihii (DL kaliiiii siapa suruh beli rumah;p) sebaiknya disiapin mateng-mateng nih buat yang mau beli rumah, Alhamdulillah yah sesuatu banjet dengan usaha maksimal akhirnya sedikit-sedikit terbayar laah…(sedikit lega walau tidak bersisa), setelah urusan DP ini selesai apakah sudah berakhir?? beluuuum jugaaa tauu masih ada proses lainnya *elap keringet pake handuk good morning*, yaitu proses KPR!!, Developer ini kerjasama sama bank BTN yang katanya paling murah (emang iya?), duuwh jadi timbul lagi pusingnya niih..hehehe untuk proses KPR ini nanti akan dibahas lebih lanjut yaa…
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s