3 bocah kecil dalam hujan…

Di sore hari saat hujan deras turun dan angin bertiup kencang, aku berada didalam mobil yang berusaha berjalan di antara hiruk pikuk kendaraan lain yang juga tersendat karena banjir setelah sebelumnya aku menjenguk salah seorang teman yang telah kehilangan untuk kedua kalinya sang calon bayi, sedih melihatnya tak henti dia mengeluarkan air mata, hanya bisa menghibur dengan berkata “sabar ya, mungkin belum waktunya dan Allah msh belum mempercayai kamu, insyaAllah nanti ada waktunya..”, mungkin apa yang aku katakan belum bisa meringankan kepedihan hatinya yang sangat shock karena harapannya untuk memiliki anak belum terpenuhi lagi…
 
Kemudian kami semua pulang karena sudah pukul 16:00..saat mobil melaju menuju kantor secara tidak sengaja saat aku melepas pandanganku ke arah luar mobil yang sedang berjalan mataku menangkap sosok 3 orang anak yang sedang menerjang hujan,sang kakak (kurang lebih sekitar 8 tahun) sedang menggandeng sang adik di tangan kanannya(kira2 3-4 tahun), dan tangan satunya lagi menggendong adiknya yang berumur kurang lebih 1-2 tahun)…nyesss…seketika itu rasa sedih menghinggapi relung hatiku..bagaimana tidak disaat hujan deras seperti ini harusnya mereka ada dirumah, tidak berkeliaran dijalan dan hanya menggunakan tutup kepala plastik hitam…
 
Aku hanya bisa bertanya-tanya sendiri dalam hatiku…
Nak…kemana bunda dan ayah kalian?
Kenapa kalian tidak berteduh?, dimana rumah kalian?
Nak…nanti kalian sakit..
Kalian pasti kedinginan dan lapar kan?
Kenapa kalian masih berada di jalan saat malam akan datang…
ah…kenapa dan kenapa…???
 
Ya Allah sejuta tanya dan bayangan terus mengikutiku hingga sampai di kantor, tidak ada yang bisa aku lakukan sama sekali tadi hingga pandanganku kepada ketiga anak itu hilang dan kemudian terdiam….
 
Serdadu air masih terus menyerang bumi, tapi tekad untuk segera tiba dirumah lebih kuat karena aku ingin segera bertemu anakku, aku ingin memeluknya dan melindunginya jika dia takut suara petir…aku terjang hujan meskipun aku tau payung pun tidak mampu untuk menghindariku dari air setidaknya aku tidak kuyub, belum lagi ditambah banjir dan macet yang membuat langkahku tersendat sehingga menyebabkan sampai rumah aku terlambat…
 
Setibanya aku di depan rumah, baru saja ku buka pagar rumah orang tuaku, malaikat kecil menyambutku…Alhamdulillah Subhanallah…indahnya melihat tatapan matanya…ibuku mengatakan dia sudah gelisah menunggu ku, biasanya melihat hujan dia gembira, diberi minum susu dia mengelak…ternyata dia khawatir padaku..dia kangen padaku…Ku cium pipinya dan berkata dalam hati,Nak…Bunda juga kangen sama kamu…direlung sisi yang lain aku juga sangat berharap ketiga anak yang kulihat tadi mendapatkan kebahagiaan yang sama seperti yang aku dan anakku rasakan…
Maaf ya nak (red:kepada 3 bocah) aku tidak bisa memberikan kasih sayang secara langsung kepada kalian…hanya doaku yang mengiringi langkah kalian semoga Allah melindungi kalian, menyirami kalian dengan kasih sayangNya, mencukupi rizki kalian…Aamiin
 
melalui kisah ini aku ingin lebih bersyukur lagi atas apa yang telah Allah karuniakan kepadaku…melihat senyum dan bisa memeluk anakku saat pulang kerumah is priceless…
Teringat ayat dari surat Ar-Rahman  Fa-biayyi alaa’i Rabbi kuma tukadzdziban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?)…
 
 
 
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s